Detail Cantuman
Pencarian Spesifik
Textbook
Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pada Pemilu Tahun 2019 : Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2015
Bagaimana Keterlibatan Politik perempuan dalam parlemen? ini sangat penting karena parlemen adalah institusi yang utama untuk keterwakilan masyarakat dalam negara-negara demokratis. ini merupakan institusi demokratik yang penting karena para pemilih individual dalam masyarakat dapat mempengaruhi atau memiliki dampak terhadap kebijakan-kebijakan yang dihasilkan..ternyata gambaran meningkatnya partisipasi politik perempuan jika dibandingkan dengan masa lalu tidak selalu berbanding lurus dengan keterpilihan perempuan dalam parlemen. itu yang terjadi dengan kasus Indonesia.Hasil pemilu Legislatif dalam pemilu 2014 yang baru lalu memperlihatkan kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen masih rendah, dan bahkan semakin memburuk jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.pada pemilu 2009 proporsi anggota parlemen perempuan mencapai 18,2% sementara pada pemilu yang terbaru keadaan nya justru menurun menjadi 17.3%. ada banyak faktor atau hambatan dibalik rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen. secara sederhan
Ketersediaan
| USA03173S | 324 KEM g | Perpustakaan Kampus Utama (Ngabang) | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
324 KEM g
|
| Penerbit | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia : Jakarta., 2015 |
| Deskripsi Fisik |
112 hlm, ;16 x 23.5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
324
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Ed. 1, Cet. 1
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






