<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3799">
 <titleInfo>
  <title>Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pada Pemilu Tahun 2019 :</title>
  <subTitle>Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2015</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia</publisher>
  <dateIssued>2015</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Textbook</form>
  <extent>112 hlm, ;16 x 23.5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bagaimana Keterlibatan Politik perempuan dalam parlemen? ini sangat penting karena parlemen adalah institusi yang utama untuk keterwakilan masyarakat dalam negara-negara demokratis. ini merupakan institusi demokratik yang penting karena para pemilih individual dalam masyarakat dapat mempengaruhi atau memiliki dampak terhadap kebijakan-kebijakan yang dihasilkan..ternyata gambaran meningkatnya partisipasi politik perempuan jika dibandingkan dengan masa lalu tidak selalu berbanding lurus dengan keterpilihan perempuan dalam parlemen. itu yang terjadi dengan kasus Indonesia.Hasil pemilu Legislatif dalam pemilu 2014 yang baru lalu memperlihatkan kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen masih rendah, dan bahkan semakin memburuk jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.pada pemilu 2009 proporsi anggota parlemen perempuan mencapai 18,2% sementara pada pemilu yang terbaru keadaan nya justru menurun menjadi 17.3%. ada banyak faktor atau hambatan dibalik rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen. secara sederhan</note>
 <note type="statement of responsibility">Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Proses -proses Politik</topic>
 </subject>
 <classification>324</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo San Agustin Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>324 KEM g</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">USA03173S</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Kampus Utama (Ngabang)</sublocation>
    <shelfLocator>324 KEM g</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3799</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 09:15:24</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 09:15:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>